Di waktu kecil saya sudah mempunyai hobi Seni, terkhusus seni nada atau musik. Saya anak dari seorang yang bisa dikatakan multitalenta, ayahku dulu seorang anak petani biasa, kehidupannya sangat sederhana. Pekerjaan ayahku sembarang semua dilakukan asal positif, mulai dari nyablon, servis, bisnis, merangkai dekorasi, guru tilawah dan banyak lagi.
aku dari sekolah dasar kelas 4 sudah di dorong untuk belajar tilawah. kalau ada event MTQ atau perlombaan saya selalu di paksa untuk ikut. sampai di iming-imingin mau di beliin apa asal mau mengikutinya, dan saya sebelum mengikutinya saya selalu meminta sesuatu dan dikabulkan, dan alhamdulillah saya mendapat juara mulai tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten.
ayahku sendiri juga mempunya grub atau crew seni sholawat, dan saya juga tertarik juga dengan itu, tidak disuruh belajar aku belajar sendiri dengan dasar suka. kalau dapat job main berbagai acara aku juga di ajak gabung, sayapun senang mengikutinya karena juga sudah jadi hobi saya. Tetapi mwmang juga agak mengganggu aktivitas pembelajaranku disekolah, aku sering mengantuk, malamnya ikut bermain. Sebenarnya juga sudah dilarang sama kedua orang tua kalo tidak boleh ikut sering-sering, tetapi aku memaksa untuk ikut. Alasan saya hobi dan juga menambah pengalaman.
di suata hari saya diperintah ayah saya untuk mewakili beliau untuk mengisi Qiro'ah di sebuah acara pernikahan, sebenarnya saya sudah sering diperintah, dengan tujuan melatih keberanian. Dan aku menolak dengan alasan belum siap dan malu. kamu udah besar, kamu udah bisa, kalo nyanyi kok nggak malu? tanggapan ayah saya, dan aku masih ngotot tidak mau. dan setelah itu saya di satru (tidak diperhatikan, tidak ditanya sama sekali) tidak ada komunikasi hampir satu minggu. Dan aku mulai sedih dan meminta maaf kepadanya. setelah itu aku mulai mandiri, dan juga aku sering di undang orang, temen-temen untuk mengisi acara dan aku tidak menolaknya, aku mencoba melawan rasa malu, rasa takut. dan sampai sekarang kalau dapat undangan disuruh mengisi aku selalu tidak menolaknya asalkan ada waktu, itu juga namanya membantu orang lain dalam ikut serta dalam acaranya tersebut.
Carilah sebanyak-banyaknya pengalaman dan jamgan takut dengan segala kondisi apapun. Barang siapa yang mau berjalan maka sampailah dia.
Sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfa'at bagi orang lain.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Uneg-uneg ICT
Pesan: Cara penyampaiannya terlalu cepat, dimohon untuk dikurangi biar nangkapnya mudah dipahami. Kesan: Bermanfa'at bagi saya dan sem...
-
Pesan: Cara penyampaiannya terlalu cepat, dimohon untuk dikurangi biar nangkapnya mudah dipahami. Kesan: Bermanfa'at bagi saya dan sem...
-
Model Kajian Islam 1. Epistemologi Bayani: adalah pendekatan dengan cara menganilisis teks. Maka sumber epistemologi bayani adalah teks ba...
-
NIM : 17103050066 NAMA : Iqbal Ubaidillah Al Irsyad JURUSAN : Hukum Keluarga Islam FAKULTAS ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar